Ayatollah Ali Khamenei (Foto: dok.AFP)
TEHERAN, SUARASOLO.id – Setelah memimpin selama hampir 37 tahun, Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan “syahid” setelah kantornya di Teheran hantam rudal dalam operasi yang disebut AS sebagai upaya regime change. Konfirmasi ini mengakhiri spekulasi setelah Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu mengklaim kematian sang pemimpin beberapa jam sebelumnya.
Pemerintah Iran langsung menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan meliburkan seluruh kegiatan negara selama satu minggu. Saat ini, kepemimpinan transisi dijalankan oleh dewan tiga orang yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan perwakilan dari Dewan Penjaga.
Analisis Kandidat: Siapa Pengganti Sang Rahbar?
Wafatnya Khamenei menciptakan kekosongan kekuasaan di titik paling kritis dalam sejarah Republik Islam. Berdasarkan konstitusi Iran, Majelis Ahli (Assembly of Experts) harus segera memilih Pemimpin Tertinggi baru.
Berikut adalah kandidat-kandidat terkuat:
1. Mojtaba Khamenei (Putra Ali Khamenei)
- Profil: Putra kedua mendiang Khamenei yang dikenal sangat berpengaruh di balik layar, terutama dalam lingkaran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
- Peluang: Sangat kuat karena memiliki kedekatan dengan aparat keamanan dan intelijen.
- Hambatan: Penunjukannya berisiko memicu kritik mengenai “dinasti kepemimpinan” yang sebenarnya ditentang dalam prinsip awal Revolusi Islam 1979.
2. Gholamhossein Mohseni Ejei (Kepala Kehakiman)
- Profil: Sosok garis keras yang memiliki pengalaman panjang di sistem keamanan dan yudisial.
- Peluang: Ia dianggap sebagai sosok “tangan besi” yang mampu menjaga stabilitas dalam negeri di tengah tekanan serangan luar. Ia juga merupakan bagian dari tim transisi saat ini.
3. Ayatollah Alireza Arafi
- Profil: Ulama terkemuka yang memimpin sistem seminari Iran dan merupakan anggota Dewan Penjaga.
- Peluang: Jika Majelis Ahli menginginkan sosok yang lebih religius dan teknokratis daripada sekadar figur militer, Arafi adalah pilihan kompromi yang kuat di kalangan ulama Qom.
4. Sadiq Larijani
- Profil: Mantan Kepala Kehakiman dari keluarga Larijani yang sangat berpengaruh secara politik.
- Peluang: Meski pengaruhnya sempat meredup, ia tetap memiliki jaringan luas di Majelis Ahli.
Skenario Pasca-Khamenei
Analisis intelijen menunjukkan adanya dua kemungkinan besar:
- Konsolidasi IRGC: Militer (Garda Revolusi) mengambil alih kendali penuh dan menempatkan sosok formalitas sebagai Pemimpin Tertinggi untuk mempertahankan kontrol di tengah perang.
- Ketidakstabilan Internal: Perpecahan antara faksi moderat yang ingin de-eskalasi dengan pihak garis keras yang menuntut balas dendam total terhadap AS dan Israel.
Catatan, Kondisi di Teheran saat ini dilaporkan sangat tegang dengan penutupan Selat Hormuz oleh IRGC sebagai respons atas kematian Khamenei.
Red/berbagai sumber/*

